Home > > ~"Pengetahuan"~
~"Pengetahuan"~
Tabir sudah tergantung, tikar sudah terbentang.
Pesta yang sudah siap untuk dimulai.
| Tabuhan meminang anak laba-laba. Mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan perjuanganya, |
| Tabuhan meminang anak labah-labah. Pengorbanan yang tidak sama di antara kedua belah pihak. |
| Tabung seruas. Orang yang mampu berkomunikasi dengan type orang yang bagaimanapun. |
| Tahan baji oleh kelidai. Lawanlah kejahatan dengan kebaikan. |
| Tahan jerat di tempat genting. Suatu perkara yang sangat besar. |
| Tahan jerat sorong kepala. Ingin mencelakakan orang lain, malah dirinya sendiri yang celaka. |
| Tahan-tahan larat. Mempertahankan penderitaan hidup dengan sekuat tenaga. |
| Tahu diereng dengan gendeng. Bermain judi dengan mata dadu genap atau ganjil. |
| Tahu makan tahu simpan. Dapat menyimpan rahasia dengan baik. |
| Tajam lidah dari pada pedang. Ucapan seseorang dapat menyakitkan hati.. |
| Tajam pisau karena diasah. Orang rajin belajar akan cepat menjadi pandai. |
| Tak ada beras yang akan ditanak. Tidak ada kelebihan yang pantas dikemukakan. |
| Tak ada busuk yang tak berbau. Kejahatan dan keburukan akan ketahuan juga. |
| Tak ada dekar yang tak bulus. Tidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah. |
| Tak ada gading yang tak retak. Setiap orang mempunyai kekurangan. |
| Tak ada gunung tinggi yang ta runtuh, tak ada lurah yang dalam yang tak dapat dituruni. Bila disertai dengan kemauan keras, segala usaha akan dapat berhasil. |
| Tak ada guru pada orang pekak, tak ada kilat pada orang buta. Orang bodoh tak tahu arti perkataan kias dan sidiran. |
| Tak ada guruh bagi orang pekak, tak ada kilat bagi si buta. Menyindir orang yang bodoh tidak ada gunanya, karena dia tidak mengerti maksudnya. |
| Tak ada kubangan yang tak berkatak, Setiap daerah pasti memiliki suatu kelemahan. |
| Tak ada macan yang makan anaknya. Tidak ada orang tua yang mencelakakan anak kandungnya. |
| Tak ada padi bernas setangkai. Di dunia ini, tidak ada sesuatu pun yang sempurna. |
| Tak ada pendekar yang tak bulus, tak ada juara yang tak kalah. Bagaimanapun pandai seseorang ada kalanya membuat kesalahan. |
| Tak ada rotan akar pun jadi. Jika tak ada yang baik, yang kurang baik pun berguna pula. |
| Tak ada tanaman menolak hujan. Setiap orang akan memanfaatkan kesempatan yang baik dan menguntungkan bagi dirinya. |
| Tak ada terlawan jika buaya menyelam air. Janganlah mencoba menyaingi orang besar/kaya; orang kecil/miskin jangan bermimpi melawannya. |
| Tak air talang dipancung. Berusaha dengan segala cara untuk mencapai maksud. |
| Tak akan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia. Janga tergesa-gesa mengerjakan sesuatu yang telah pasti. |
| Tak akan serik luka dimakan tajak, esok lusa kebendang juga. Apabila mendapatkan suatu keuntungan hendak harus dipertahankan. |
| Tak benang batu digilas. Apabila belum ada sesuatu yang tidak dapat dipakai, pakailah sesuatu atau barang yang dapat dipakai terlebih dahulu. |
| Tak beras antak dikisik. Segala upaya dilakukan untuk mencapai tujuan. |
| Tak berasak lenggang dari ketiak. Tak pernah jauh. |
| Tak berasak lenggang di ketiak. Tidak ada perubahan sama sekali dulu. |
| Tak berkain sehelai benang. Serba kekurangan (miskin sekali). |
| Tak berpucuk di atas enau. Orang yang menganggap dirinya lebih dari orang lain. |
| Tak berudang di balik batu, tak berorang di balik aku. Sangat sombong. |
| Tak bolah tanduk telinga dipulas. Bila tidak bisa mengalahkan seseorang yang jadi pelampiasan biasanya adalah keluarga lawannya. |
| Tak boleh bertemu roma. Selalu berselisih. |
| Tak emas bungkal diasah. Segala daya upaya dilakukan asal cita-citanya tercpai. |
| Tak empang peluru di lalang. Kasih sayang suatu saat bisa berubah menjadi benci. |
| Tak jauh lenggang dari ketiak. Tidak jauh persoalan dari pokoknya. |
| Tak jemu-jemu seperti ombak memecah. Berdaya upaya sekuat tenaga untuk mewujudkan kemauan keras. |
| Tak kaya oleh emas pembawa, tak gadis oleh kain bersalang. Dalam mencapai kejayaan jangan sepenuhnya bergantung kepada orang lain, hendaknya berikhtiar sendiri. |
| Tak kayu jejang dikeping, tak emas bungkal diasah. Dalam keadaan terpaksa, benda yang tidak dapat digunakan akan menjadi berguna. |
| Tak kenal maka tak sayang. Tidak dapat mengetahui perangai seseorang dengan pasti bila belum mengenal dekat. |
| Tak keruh laut oleh ikan, tak runtuh gunung oleh kabut. Suatu daerah walaupun beraneka ragam pahamnya, tetapi adat tidak akan dapat berubah. |
| Tak kuning oleh kunyit, tak putih oleh kapur. Seseorang yang dudah kaya sejak awalnya bukan berasal dari negeri yang dikunjunginya. |
| Tak lain dandang di air, di gurun ditanjakkan. Berusaha untuk menyampaikan maksudnya. |
| Tak lapuk oleh hujan, tak lekang oleh panas. Tetap pada pendirian semula; suatu keadaan yang tak ernah berubah. |
| Tak lari gunung dikejar. Melaksanakan suatu pekerjaan tidak perlu dengan tergesa-gesa. |
| Tak lekang di bibr. Seseorang yang selalu disannjung dan dipuji orang lain. |
| Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan. Peraturan-peraturan yang tidak dapat diubah-ubah. |
| Tak mau koyak kulit, koyak kain mau juga. Bersedia mengorbankan harta benda asalkan selamat. |
| Tak mengenal pasang surut. Tiada mudah berputus asa dalam berusaha. |
| Tak menghangat mendingin. Tak menghiraukan, tak peduli. |
| Tak pernah masuk gelanggang bergoyang. Orang kampung yang masuk rumah orang ternama. |
| Tak putus dirundang malang. Tiada putus-putusnya, tiada berhenti mendapat celaka. |
| Tak sama getah daun dengan getah batang. Watak dan tabiat salah satu negara anggota yang berbeda dengan yang lainnya |
| Tak sungguh getah daun, yang sebenarnya getah batang juga. Sejahat-jahatnya saudara kandung, masih lebih baik dari pada orang lain yang jahat. |
| Tak tahu di bongkok tidur. Tentang seseorang yang tdak menyadari akan kekurangan pada dirinya sendiri. |
| Tak tahu ujung pangkalnya. Tidak tahu menahu. |
| Tak tentu hilir mudiknya. Tidak tentu asal-usulnya. |
| Tak tentu hilirnya. Tidak tentuu maksudnya; simpang-siur. |
| Tak tentu kepala ekornya. Permasalahan yang tidak pernah diketahui penyebabnya. |
| Tak termakan oleh anjing kata-katanya. Kata-kata yang kurang baik atau menyakitkan dan kasar. |
| Tak timbuh tak melata, tak sungguh orang dikata. Bila tidak berbuat jahat, tak ada orang yang mengetahuinya. |
| Tak usah bimbang, gula dalam mulut, tinggal telan saja. Janganlah ragu-ragu, sesuatu yang ditakdirkan menjadi milik kita tak akan berpindah tangan. |
| Tak usah diajar anak buaya berenang, ia sudah pandai juga. Jangan mengajarkan sesuatu kepada seseorang yang sudah memahaminya. |
| Tak usah diajar itik berenang. Tidak ada gunanya menasihati orang yang lebih pandai. |
| Takarran sudah hampir punuh. Orang yang sudah sangat tua. |
| Takkan ada katak beranak ular. Seorang yang pengecut selamanya tak kan menjadi pemberani. |
| Takkan dua kali orangtua kehilangan tongkat. Kegagalan tidak mungkin dilakukan sampai dua kali, karena sudah mendapatkan pelajaran dari kegagalan yang dulu. |
| Takkan pasang selalu di mana surut senantiasa. Keadaan yang tidak tetapbterutama jabatan dan kekayaan seseorang. |
| Takkan pisang berbuah dua kali. Sebodoh-bodohnya manusia takkan tertipu dua kali. |
| Takut akan bayang-bayang sendiri. Takut akan kelemahan atau perbuatannya sendiri. |
| Takut akan kutu dibuang kain. Karena takut akan bahaya yang kecil, dibuang keuntungan yang besar. |
| Takut akan Lumpur, lari keduri. Ingin berbuat kebajikan, tetapi malah dianggap berbuat kesalahan. |
| Takut dihantu, terpeluk di bangkai. Mendapatkan musibah baru setelah menghindari sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakutkan. |
| Takut dilanggar batang, jangan duduk di kepala pulau. Jangan melakukan hal yang sulit bila tak mau menerima resiko. |
| Takut hantu, terpeluk bangkai. Menghindari bahaya kecil, tetapi malah mendapatkan bahaya yang lebih besar. |
| Takut kepada ular terkejut kepada bengkarung. Merasa takut pada orang yang berkuasa beserta keluarganya. |
| Takut titik lalu tumpah. Takut kehilangan sedikit malah kehilangan banyak. |
| Takutkan tuma, dibuang kain. Sayang akan sesuatu yang besar jadi mendapatkan rugi. |
| Tali busur tidak selamanya dapat direnggang. Tak ada seorang pun yang mampu bekerja terus-menerus. |
| Tali di dalam bungkusan, digerek tikus apa gunanya. Seorang anak perempuan atau gadis pingitan yang sedang melakukan sesuatu kesalahan secara diam-diam. |
| Tali jangan diputus, kaitan jangan diserkah. Memutuskan perkara dengan seadil-adilnya. |
| Tali jangan diputus, pengait tinggal di atas. Dalam memutuskan perkara hendaknya adil, dan jangan berat sebelah. |
| Tali terentang tidak putus, sangkutan tergantung tidak rekah. Pertalian keluarga yang tidak putus karena hubungan pernikahan beda bangsa. |
| Tamak hilang malu, loba dapat kebiasaan. Orang yang serakah dan telah menjadi kebiasaan. |
| Tambah air tambah sagu. Jika tugas kita bertambah, maka penghasilan akan bertambah. |
| Tampak benar lurah tak berbatu, ijuk tak bersagar. Orang miskin yang selalu mendapatkan penghinaan dari orang lain. |
| Tampak jalan tempat lalu, lupa batu akan menarung. Orang miskin yang celaka karena mendapat keuntungan dan dapat memanfaatkan keuntungan itu. |
| Tampak ranggas tak akan melenting. Ketahuan tidak dapat melakukan apa-apa karena bodoh atau penakut. |
| Tampan sudah langgam terbawa. Sempurna, tak ada cela. |
| Tampuknya masih bergetah. Pendapatannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. |
| Tanah lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera. Tiap sebab yang ada mendatangkan sebab lain. |
| Tanah tumpah darahku. Kampung tempat kelahiran seseoranng. |
| Tanam cempedak tumbuh nangka. Memperoleh lebih dari yang diharapkan; memperoleh kkeuntungan lebih banyak daripada yang diperhitungkan |
Perbuatan jahat pasti mendapat balasan.
Ekor anjing berapa pun dilurut (akan dia) tiada juga betul.
Orang yang memang jahat itu tidak dapat diajar, sekali-sekala ia hendak berbuat jahat juga.
| Elang terbang mengawan, agas hendak mengawan juga. Orang miskin yang hendak meniru-niru perbuatan orang-orang kaya. |
| Elok arak di hari panas. Orang yang bersukacita sebab maksudnya sampai. |
| Elok basa 'kan bekal hidup, elok budi bekal mati. (basa = tegur sapa.) Orang yang baik bahasanya jadi kesayangan orang selagi hidup, sesudah mati jadi kenang-kenangan. |
| Elok buruk dan busuk hanyir. Kesenangan dan kesusahan selalu beriringan. |
| Elok kata dalam muafakat, buruk kata di luar muafakat. Apa yang hendak dikerjakan baik dibicarakan dulu dengan kaum keluarga dan sebagainya supaya pekerjaan itu selamat. |
| Elok lenggang di tempat datar. Bersuka hati haruslah pada tempatnya atau pada waktunya yang patut. |
| Elok palut pengebat kurang. (palut = balut, bungkus; kebat = ikat.) Tampaknya bagus, tetapi sebenarnya masih belum baik. |
| Emas berpeti, kerbau berkandang. Harta-benda harus disimpan baik-baik di tempatnya masing-masing supaya selamat. |
| Embacang buruk kulit. Kelihatannya tidak baik tetapi yang sebenarnya baik sekali. |
| Embun di hujung rumput. Tiada kekal. |
| Empang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit. (empang = bendungan.) Perselisihan yang tak dapat didamaikan lagi; aturan yang tak dapat diubah. |
| Empat gasal, lima genap; dikendur berdentang-dentang, ditegang berjela-jela. (gasal = ganjil.) Tutur kata orang yang bijaksana selalu tersembunyi maksudnya. |
| Empat sudah bersimpul satu. Kesempurnaan yang diperoleh daripada empat orang: orang yang berilmu, orang yang berakal, orang yang mahir dan orang yang rajin. |
| Enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diulang-ulang. Nasihat yang baik perlu diulang-ulang menyebutnya. |
| Enau mencari (= memanjat) sigai. Perempuan mencari lelaki. |
| Enau sebatang dua sigainya. Satu pekerjaan yang dikepalai oleh dua orang; seorang perempuan yang menduakan suaminya. |
| Enggan seribu daya, mau sepatah kata. Kalau tak suka biasanya banyak alasannya. |
| Enggang apa kepada enggang; orang apa kepada orang. Memang mudah menyuruh berbuat begini begitu, tetapi yang sukar ialah yang mengerjakannya. |
| Enggang lalu atal jatuh, anak raja (mati) ditimpanya. (atal = buah kayu makanan Enggang.) Lain yang bersalah, lain yang menerima hukuman. |
| Enggang lalu ranting patah. Sebab yang secara kebetulan meninggalkan akibatnya. |
| Engkau belum mencapai pengayuh, aku telah sampai seberang. Tujuan telah lebih dulu diketahui hanya dengan melihat tingkah laku atau bicaranya saja. |
| Entak sedegam, langkah sepijak. Seia-sekata; semuafakat. (degam = bunyi gemuruh.) |
| Entimun bongkok. Tidak masuk hitungan dalam pergaulan. |
Berusaha dengan keazaman yang bersungguh-sungguh dan tidak takut menanggung risikonya.
Zaman beralih, musim bertukar.
Segala sesuatu (peraturan, hukuman dan sebagainya) hendaklah disesuaikan dengan keadaan zaman.
| Zaman beredar musim berganti. Musim yang tidak dapat dipastikan lagi kapan waktunya akan berganti. |
| Zaman Tuk Nadur berkajang kain. Zaman yang telah lalu; sudah lama sekali. |
Rezeki tidak datang dengan hanya berdoa. Pacat ingin menjadi ular.
Orang yang miskin atau hina berlagak menjadi orang kaya.
| Pahit di luar manis di dalam. Perkataan yang kasar dan keras tetapi maksudnya baik dan menguntungkan. |
| Patah tumbuh hilang berganti Pemimpin yang berundur sudah ada penggantinya. |
| Pelanduk dua serupa. Dua orang yang seakan-akan rupanya. |
| Pelanduk lupakan jerat tetapi jerat tidak pernah lupakan pelanduk. Terlupa akan bahaya sedangkan bahaya itu sentiasa mengancam. |
| Pinang pulang ketampuk. Sudah secocok atau bersesuaian. |
| Pipih boleh dilayang, bulat boleh diguling. Perkara yang sudah mendapat kata sepakat. |
| Pipit meminang anak enggang. Orang yang miskin ingin beristerikan orang kaya. |
| Pipit pekak makan berhujan. Orang yang sangat rajin dan tekun melakukan sesuatu perkerjaan. |
| Pipit sama pipit enggang samaenggang. Pengelasan orang mengikut pangkat dan derajat. |
Ada air, adalah ikan.
Ada negeri tentulah ada rakyatnya.
| Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang. Kasih sayang hanya waktu berhadapan saja, setelah berjauhan lalu dilupakan. |
| Ada angin, ada pokoknya (= pohonnya). Segala sesuatu mestilah ada asal mulanya. |
| Ada asap ada api Beberapa hal di dunia ini amat sulit atau bahkan mustahil disembunyikan |
| Ada bangkai, adalah hering. Ada perempuan jahat, adalah lelaki jahat yang mengunjunginya. |
| Ada batang mati, adalah cendawan tumbuh. Di mana juga kita tinggal, akan ada rezeki kita. |
| Ada batang, cendawan tumbuh. Tiap-tiap negeri ada undang-undang dan adat resamnya masing-masing. |
| Ada beras, taruh dalam padi. Rahasia hendaklah disimpan baik-baik. |
| Ada biduk, serempu pula. Tidak puas dengan apa yang sudah dimiliki. |
| Ada bukit, ada paya. Ada baik, ada jahat; ada miskin, ada kaya. |
| Ada bunga, ada lebah Orang yang kaya akan digerogoti oleh teman-temannya. |
| Ada gula, ada semut. Di tempat orang mudah mendapat rezeki, banyaklah orang berkumpul. |
| Ada hari, ada nasi. Asal masih hidup, tentu akan beroleh rezeki. |
| Ada hujan ada panas, ada hari boleh balas. Perbuatan jahat itu sewaktu-waktu akan mendapat balasan juga. |
| Ada jarum hendaklah ada benangnya. Tiap-tiap suatu itu ada pasangannya. |
| Ada kerak, ada nasi. Tiap-tiap suatu kejadian itu tentu ada bekasnya. |
| Ada laut, ada perampok. Tiap-tiap suatu itu ada pasangannya. |
| Ada nasi di balik kerak. Masih ada sesuatu yang belum diselesaikan atau belum diperhatikan. |
| Ada nyawa ada rezeki. Asal masih hidup, tentu akan beroleh rezeki. |
| Ada padang, ada belalang Ada negeri tentulah ada rakyatnya. |
| Ada padi masak, adalah pipit. Di tempat orang mudah mendapat rezeki, banyaklah orang berkumpul. |
| Ada padi semua kerja jadi, ada beras semua kerja deras. Orang yang mampu (= kaya, berilmu) segala maksudnya mudah tercapai. |
| Ada padi, segala menjadi. Orang yang mampu (= kaya, berilmu) segala maksudnya mudah tercapai. |
| Ada paha ada kaki, ada nyawa ada rezeki. Ssetiap orang mempunyai rezeki dan jodohnya sendiri. |
| Ada pasang surutnya. Untung dan malang tidak tetap. |
| Ada persembahan ada kurnia. Berbuat baik dibalas baik. |
| Ada rotan , ada duri. Dalam kesenangan tentu ada kesusahannya. |
| Ada rupa, ada harga. Harga barang menurut rupanya (= keadaannya). |
| Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan. Baik derita dan bahagia dirasakan bersama-sama. |
| Ada sampan hendak berenang. Sengaja bersusah payah. |
| Ada seperti tampaknya apung-apung. Barang yang dihajati telah ada tetapi belum tentu dapat diambil atau dipakai. |
| Ada sirih hendak makan sepah. Ada yang baik, hendakkan yang buruk. |
| Ada tangga hendak memanjat tiang. Berbuat sesuatu dengan tidak menurut aturan. |
| Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang. Melakukan sesuatu yang baik jika ada maunya saja. |
| Ada uang abang disayang, tak ada uang abang payah. Seorang yang mampu mencukupi kebutuhan keluarganya akan dipuji banyak orang, tetapi jika ia tidak mampu akan banyak mendapat caci maki. |
| Ada ubi ada batas, ada masa boleh balas. Perbuatan jahat itu sewaktu-waktu akan mendapat balasan juga. |
| Ada ubi ada talas, ada budi ada balas. Berbuat baik dibalas baik, berbuat jahat dibalas jahat. |
| Ada udang di balik batu Ada maksud yang teersembunyi. |
| Adakah buaya menolak bangkai Tiada orang yang akan melewatkan rezeki yang sudah di depan mata. |
| Adakah dari telagabyang jernih itu mengalir air yang keruh. Didalam jiwa orang yang baik tidak pernah ada niat yang jahat. |
| Adakah kayu di rimba sama tinggi Semua yang ada di dunia ini diciptakan Tuhan dengan segala perbedaannya dengan tujuan untuk saling melengkapi. |
| Adakah pernah telaga yang keruh mengalir airnya yang jernih. Sifat dari seseorang yang jahat akan tetap menurun ke dalam darah anaknya. |
| Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbahan Semua orang mempunyai tempat dan rezekinya sendiri-sendiri. |
| Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah. Setiap perilaku haruslah mengacu pada aturan dan kaidah agama. |
| Adat diisi jannji dilabuh Peraturan harus dilaksanakan, kesepakatan harus dijalankan. |
| Adat diisi, lembaga dituang. Melakukan sesuatu menurut adat kebiasaan. |
| Adat dipakai baru, pusaka dipakai usang. Ilmu akan berguna selama-lamanya sedangkan harta duniawi hanya akan musnah dimakan waktu. |
| Adat gunung tempatan kabut. Semua permasalahan harus dicari di mana sumbernya permasalahan tersebut berasal. |
| Adat hidup sandar-menyandar Setiap orang punya kewajiban untuk saling topang menopang di setiap permasalahan yang dialaminya. |
| Adat hidup tolong menolong, syariat palu-memalu. Semua orang saling membutuhkan satu sama lain. |
| Adat juara kalah menang, adatnya saudagar laba rugi. Setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing. |
| Adat lama pusaka usang. Adat istiadat (kebiasaan) tak pernah berrubah. |
| Adat lurah timbunan sarap. Orang yang berpangkat biasanya dipenuhi dengan banyak pikiran dan masalah. |
| Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam. Sebagai orang muda harus belajar menahan emosi dan orang tua harus memberikan bagi yang muda. |
| Adat muda menggangu rasa, adat tua menggangu ragam. Ada saatnya seseorang akan mengerti arti kehidupan setelah Dia melewati berbagai macam peristiwa hidup. |
| Adat penghulu, berpandang luas beralam lapang. Karakter seorang pimpinan adalah berwawasan luas dan mampu memberikan solusi di setiap permasalahan. |
| Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak . . Tiap-tiap usaha memerlukan ketabahan dan kerajinan. |
| Adat pulau limburan pasang. . Adat hidup ialah bantu-membantu, yang kaya membantu yang miskin dan yang berilmu membantu yang bodoh, yang berkuasa melindungi yang lemah. |
| Adat rimba raya, siapa berani ditaati. Orang yang menyelesaikan masalah hanya menggunakan kekuatannya, bukan akalnya. |
| Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung . Segala perbuatan ada adat dan peraturannya masing-masing. betung = Sejenis buluh besar. |
| Adat teluk timbunan kapal (= kapar). (kapar = kayuan yang hanyutt di sungai dan sebagainya). Orang yang berpangkat atau berpengaruh biasanya menjadi tempat tumpuan orang mengadukan halnya. |
| Adat teluk timbunan kapal, adat muara puputan ikan. Sesuatu harus tepat meletakannya baik itu masalah sosial maupun individu, dan harus tahu kemana tempat harus bertanya. |
| Adat tua menahan ragam. . Orang tua-tua terpaksalah menahan (menderita) bermacam-macam godaan yang tak menyenangkan hati karena perbuatan anak cucunya yang tiada berjalan di atas kebenaran. |
| Adat yang kawi, syarak yang lazim. (kawi = kuat, sakti) Adat kebiasaan merupakan undang-undang yang berlaku dalam pergaulan dan hukum-hukum agama merupakan undang-undang negeri yang berjalan seiring. |
| Adat yang menurun, syarak yang mendaki. . Adat dapat menuju kerendahan dan tidak sanggup menghadapi pergolakan masa, tetapi syarak menuju ketinggian dan dapat mengatasi segala gerakan yang menentangnya. |
| Agak lebih daripada agih. . Banyak bicara, sedikit kerja. |
| Agak-agak bertutur malam hari. . Mesti selalu beringat-ingat ketika memperkatakan sesuatu. |
| Agama tanpa ilmu, lumpuh. Sesuatu yang saling berkaitan dan tidak dapat berjalan sendiri. |
| Agih-agih kungkang . (kukang = kera kecil). Terlampau murah hati atau suka memberi, hingga menderita kesusahan sendiri. |
| Agung susut, pongah masih. (agung = besar, pongah = angkuh). Kebesaran sudah hilang, tetapi keangkuhannya masih ada juga. |
| Air beriak tanda tak dalam, air berguncang tanda tak penuh. Apa yang kita ucapkan dan lakukan bisa mencerminnkan seberapa pandai dan dewasa kita. |
| Air beriak tanda tak dalam. . Banyak bercakap tanda tiada berilmu. |
| Air besar sampan tak hanyut. . Maksud tidak tercapai. |
| Air besar, batu bersibak. (sibak = cerai, menepi). Saudara dan sahabat berpecah-belah apabila timbul perselisihan besar. |
| Air dalam karang menonggok, setanggi campur kemenyan , gula tertumpah pada kanji.(menonggok = melonggok, menimbun). Usaha yang berhasil baik. |
| Air dalam terenang. (terenang = tempat air daripada tanah liat.) Hidup yang tenang dan tenteram. |
| Air dalam, berenang (= berkumbah); air dangkal, bercebok. (kumbah = mencuci dalam air). Sesuaikanlah perbelanjaan menurut keadaan penghasilan kita. |
| Air di daun keladi (= talas). . Memberi nasihat dan ajaran yang sia-sia. |
| Air di tulang bumbungan, turunnya ke cucur atap. . Sesuatu itu, meskipun sedikit, akan menurut asalnya juga. |
| Air dicencang tiada putus. . Dua orang yang bersaudara tidak dapat dipisahkan oleh perselisihan. |
| Air didih menganak sungai . . Hiburan yang sangat mewah. |
| Air digenggam tiada tiris. . Sangat berhati-hati mengeluarkan uang. |
| Air diminum sembiluan. . Sangat sedih, sehingga tidak enak makan dan minum. sembiluan = rasa pedih seperti dihiris dengan sembilu. |
| Air gedang menghanyutkan. (gedang = besar) Orang yang pendiam itu biasanya berilmu dan dapat melakukan pekerjaan yang besar-besar. |
| Air jernih, ikannya jinak. . Negeri yang aman dan teratur, rakyatnya berbudi bahasa. |
| Air keruh, limbat keluar. . Negeri yang huru-hara, orang jahat mencari keuntungan. |
| Air lalu kubangan tohor. (tohor = dangkal, kering.) . Penghasilan tidak cukup; habis bulan habis gaji. |
| Air laut hijau siapa celup? . Kemegahan dan kemewahan tidak payah diheboh-hebohkan. |
| Air mata jatuh ke dalam. . Berdukacita dengan diam-diam. |
| Air mudik sungai , semua teluk diranai. (ranai = jalani (boleh jadi rranahi)). Orang pemboros berbelanja tanpa perhitungan. . |
| Air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut. . Hendaklah patuh kepada undang-undang negeri yang kita diami. |
| Air pun ada pasang surutnya, takkan pasang selalu dan surut senantiasa. . Nasib manusia tidak dapat ditentukan. |
| Air sama air menjadi satu, sampah ke tepi juga. . Jangan ikut campur dalam perselisihan orang bersaudara, apabila mereka berbaik kembali, kita akan tersisih ke tepi. |
| Air setitik dilautkan, tanah seketul digunungkan. . Membesar-besarkan perkara yang kecil. |
| Air surut kapar hilir bersama, air pasang ia tersangkut. . Di dalam usaha yang tidak menguntungkan, diajak bersama-sama, dan apabila usaha itu berhasil, ditinggalkan. |
| Air susu dibalas dengan air tuba . . Kebaikan dibalas dengan kejahatan. |
| Air tawar secawan dituangkan ke dalam laut, takkan dapat menghilangkan masinnya.. Pertolongan yang sedikit tidak dapat meringankan beban kesengsaraan yang besar. |
| Air tenang menghanyutkan. . Orang yang pendiam itu biasanya berilmu dan dapat melakukan pekerjaan yang besar-besar. |
| Air tuba dibalas dengan air susu . . Kejahatan dibalas dengan kebaikan. |
Segala sesuatu berlaku dengan adil dan benar.
Regards,

Dapatkan akses ke ribuan file menarik lainnya di blog ini. Gratis! Gak ribet!
Saya yakin Anda akan menyesal jika tidak mendownload sekarang!
Buruan klik pada halaman DoWnLoaD, dan nikmati indahnya berbagi!
Saya yakin Anda akan menyesal jika tidak mendownload sekarang!
Buruan klik pada halaman DoWnLoaD, dan nikmati indahnya berbagi!
Baca juga Artikel Menarik terkait “~"Pengetahuan"~”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ada 0 Komentar untuk artikel ~"Pengetahuan"~.
Posting Komentar